Petik Ilmu: Blogspot
Headlines News :

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Blogspot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blogspot. Tampilkan semua postingan

Gaya Mengajar Guru Profesional

Written By . on 14/04/12 | 17.08

A.Pendahuluan
Guru adalah orang dewasa yang secara sadar bertanggung jawab dalam mendidik, mengajar, dan membimbing siswa. Orang yang disebut guru adalah orang yang memiliki kemampuan merancang program pembelajaran serta mampu menata dan mengelola kelas agar siswa dapat belajar dan pada akhirnya dapat mencapai tingkat kedewasaan sebagai tujuan akhir dari proses pendidikan (Uno, 2007: 15).

Guru merupakan suatu profesi, yang artinya suatu jabatan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru dan tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar bidang pendidikan. Walaupun pada kenyataannya masih banyak terdapat seorang guru yang mempunyai latar belakang di luar bidang kependidikan. Untuk seorang guru yang berlatar belakang kependidikan perlu mengetahui dan dapat menerapkan beberapa prinsip mengajar agar dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, yaitu sebagai berikut :

1) Guru harus dapat membangkitkan perhatian siswa pada materi pembelajaran yang diberikan serta dapat menggunakan berbagai media dan sumber belajar yang bervariasi. 2) Guru harus dapat membangkitkan minat siswa untuk aktif dalam berpikir serta mencari dan menemukan sendiri pengetahuan. 3) Guru harus dapat membuat urutan dalam pemberian materi pembelajaran dan penyesuainnya dengan usia dan tahapan tugas perkembangan siswa. 4) Guru perlu menghubungkan materi pelajaran yang akan diberikan dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa (kegiatan apersepsi), agar siswa menjadi mudah dalam memahami materi pelajaran yang diterimanya. 5) Guru dapat menjelaskan unit materi pelajaran secara berulang-ulang sampai tanggapan siswa menjadi jelas. 6) Guru wajib memperhatikan dan memikirkan korelasi atau hubungan antara materi pelajaran dan/atau praktik nyata yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. 7) Guru harus tetap menjaga konsentrasi belajar siswa dengan cara memberikan kesempatan berupa pengalaman secara langsung, mengamati/meneliti, dan menyimpulkan pengetahuan yang diperoleh sendiri. 8) Guru harus mengembangkan sikap siswa dalam membina hubungan sosial baik dalam kelas maupun di luar kelas. 9) Guru harus menyelidiki dan mendalami perbedaan siswa secara individual agar dapat melayani siswa sesuai dengan perbedaan tersebut.

B.Konsep Gaya Mengajar Guru Profesional
Gaya mengajar adalah bentuk penampilan guru saat proses belajar mengajar baik yang bersifat kurikuler maupun psikologis. Gaya mengajar yang bersifat kurikuler adalah guru mengajar yang disesuaikan dengan tujuan dan sifat mata pelajaran tertentu. Sedangkan gaya mengajar yang bersifat psikologis adalah guru mengajar yang disesuaikan dengan motivasi siswa, pengelolaan kelas, dan evaluasi hasil belajar mengajar.

Gaya mengajar seorang guru berbeda antara yang satu dengan yang lain pada saat proses belajar mengajar walaupun mempunyai tujuan sama, yaitu menyampaikan ilmu pengetahuan, membentuk sikap siswa, dan menjadikan siswa terampil dalam berkarya. Gaya mengajar guru juga mencerminkan kepribadian guru itu sendiri dan sulit untuk diubah karena sudah menjadi pembawaan sejak kecil atau sejak lahir. Dengan demikian, gaya mengajar guru menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan prestasi siswa.

C.Macam-Macam Gaya Mengajar Guru Profesional
Gaya mengajar yang perlu diterapkan guru dalam proses belajar mengajar sebaiknya bersifat variatif, inovatif, serta mudah diterima oleh siswa dalam penyampaian materi pelajaran. Thoifuri (2007: 83), membedakan gaya mengajar guru yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran menjadi beberapa macam, yaitu gaya mengajar: klasik, teknologis, personalisasi, dan interaksional.

1)Gaya Mengajar Klasik
Guru dengan gaya mengajar klasik masih menerapkan konsepsi sebagai satu-satunya cara belajar dengan berbagai konsekuensi yang diterimanya. Guru masih mendominasi kelas dengan tanpa memberi kesempatan pada siswa untuk aktif sehingga akan menghambat perkembangan siswa dalam proses pembelajaran. Gaya mengajar klasik tidak sepenuhnya disalahkan manakala kondisi kelas yang mengharuskan seorang guru berbuat demikian, yaitu kondisi kelas dimana siswanya mayoritas pasif.

2)Gaya Mengajar Teknologis
Guru yang menerapkan gaya mengajar teknologis sering menjadi bahan perbincangan yang tidak pernah selesai. Argumentasinya bahwa setiap guru dengan gaya mengajar tersebut mempunyai watak yang berbeda-beda, yaitu kaku, keras, moderat, dan fleksibel. Gaya mengajar teknologis ini mensyaratkan seorang guru untuk berpegang pada berbagai sumber media yang tersedia. Guru mengajar dengan memperhatikan kesiapan siswa dan selalu memberikan stimulan untuk mampu menjawab segala persoalan yang dihadapi. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mempelajari pengetahuan yang sesuai dengan minat masing-masing, sehingga memberi banyak manfaat pada diri siswa.

3)Gaya Mengajar Personalisasi
Guru yang menerapkan gaya mengajar personalisasi menjadi salah satu kunci keberhasilan pencapaian prestasi belajar siswa. Guru memberikan materi pelajaran tidak hanya membuat siswa lebih pandai semata-mata, melainkan agar siswa menjadikan dirinya lebih pandai. Guru dengan gaya mengajar personalisasi ini akan selalu meningkatkan belajarnya dan juga senantiasa memandang siswa seperti dirinya sendiri. Guru tidak dapat memaksakan siswa untuk menjadi sama dengan gurunya, karena siswa tersebut mempunyai minat, bakat, dan kecenderungan masing-masing.

4)Gaya Mengajar Interaksional
Guru profesional cenderung berpola pikir untuk menjadi guru dengan gaya mengajar interaksional. Guru dengan gaya mengajar interaksional lebih mengedepankan dialogis dengan siswa sebagai bentuk interaksi yang dinamis. Guru dan siswa atau siswa dengan siswa saling ketergantungan, artinya mereka sama-sama menjadi subyek pembelajaran dan tidak ada yang dianggap paling baik atau sebaliknya paling jelek.

sumber: http://subliyanto.blogspot.com/2012/02/gaya-mengajar-guru-profesional.html

Manajemen Pendidikan Unggul

A. Manajemen Sekolah Dasar (SD) Unggul
Manajemen atau mengelola sekolah artinya mengatur agar seluruh potensi sekolah berfungsi secara optimal dalam mendukung tercapainya tujuan sekolah. Manajemen pendidikan dasar unggul diharapkan menjadi sebuah model pengelolaan dan layanan pendidikan yang lebih baik dan sekaligus sebagai wahana implementasi berbagai inovasi dan kebijakan.

Sekolah pendidikan dasar unggul yang sebenarnya dibangun secara bersama-sama oleh seluruh warga sekolah, bukan hanya oleh pemegang otoritas pendidikan. Dalam konsep manajemen pendidikan dasar unggul yang saat ini diterapkan untuk menciptakan prestasi siswa yang tinggi, maka harus dirancang kurikulum yang baik untuk diajarkan oleh guru-guru yang berkualitas tinggi. Padahal sekolah unggul yang sebenarnya, keunggulan akan dapat dicapai apabila seluruh sumber daya sekolah dimanfaatkan secara optimal. Berarti tenaga administrasi, pengembang kurikulum di sekolah, kepala sekolah, guru, dan penjaga sekolah pun harus dilibatkan secara aktif. Karena semua sumber daya tersebut akan menciptakan iklim sekolah yang mampu membentuk keunggulan sekolah.

Keunggulan sekolah terletak pada bagaimana cara sekolah memanajemen sekolah sebagai organisasi. Maksudnya adalah bagaimana struktur organisasi pada sekolah itu disusun, bagaimana warga sekolah berpartisipasi, bagaimana setiap orang memiliki peran dan tanggung jawab yang sesuai dan bagaimana terjadinya pelimpahan dan pendelegasian wewenang yang disertai tangung jawab. Semua itu bermuara kepada kunci utama sekolah unggul yaitu keunggulan dalam pelayanan kepada siswa dan masyarakat dengan memberikan kesempatan untuk mengembangkan potensinya.

Beberapa kriteria pendidikan dasar menjadi unggul yang perlu diperhatikan yaitu: pertama, sekolah unggul membutuhkan legitimasi dari pemerintah bukan atas inisiatif masyarakat atau pengakuan masyarakat. Sehingga penetapan sekolah unggul cenderung bermuatan politis dari pada muatan edukatifnya. Apabila sekolah unggul didasari atas pengakuan masyarakat maka pemerintah tidak perlu mengucurkan dana lebih kepada sekolah unggul tersebut, karena masyarakat akan menanggung semua biaya atas keunggulan sekolah itu. Kedua, sekolah unggul hanya melayani golongan kaya, sementara itu golongan miskin tidak mungkin mampu mengikuti sekolah unggul walaupun secara akademis memenuhi syarat.

Untuk memperoleh pendidikan dasar unggul, selain harus memiliki kemampuan akademis tinggi juga harus menyediakan dana pendidikan yang cenderung banyak. Artinya penyelenggaraan sekolah unggul bertentangan dengan prinsip equity yaitu terbukanya akses dan kesempatan yang sama bagi setiap orang untuk menikmati pendidikan yang baik. Keadilan dalam penyelenggaraan pendidikan ini amat penting agar kelak melahirkan manusia-manusia unggul yang memiliki hati nurani yang berkeadilan. Ketiga, profil sekolah unggul hanya dilihat dari karakteristik prestasi akademik yang tinggi berupa daftar nilai ujian nasional (DANUN), input siswa yang memiliki daftar nilai ujian nasional (DANUN) tinggi, ketenagaan berkualitas, sarana prasarana yang lengkap, dana sekolah yang besar, kegiatan belajar mengajar dan pengelolaan sekolah yang kesemuanya sudah unggul. Wajar saja bila bahan masukannya bagus, diproses di tempat yang baik dan dengan cara yang baik pula maka keluarannya otomatis bagus. Yang seharusnya disebut unggul adalah apabila masukan biasa-biasa saja atau kurang baik tetapi diproses ditempat yang baik dengan cara yang baik pula sehingga keluarannya bagus.

Oleh karena itu penyelenggaraan pendidikan dasar di sekolah unggul harus segera direstrukturisasi agar benar-benar bisa melahirkan manusia unggul yang bermanfaat bagi negeri ini. Bila pendidikan dasar unggul dimaksudkan untuk mengembangkan segala aspek pendidikan “whole School Development” dan mewujudkan pendidikan anak seutuhnya “whole child development”, maka manajemen pendidikan dasar unggul perlu memperhatikan aspek-aspek sumber daya manusia yang meliputi pengembangan tenaga kependidikan yang diarahkan pada guru, teknisi sumber belajar dan pustakawan, pengembangan tenaga pendukung lain seperti tenaga tata usaha dan penjaga sekolah.

Selain itu manajemen pendidikan dasar unggul juga memperhatikan komponen lain yang mendukung sekolah unggul meliputi manajemen kelas dan sekolah, manajemen gugus dan segala kegiatannya, hubungan sinergis dengan masyarakat demi terciptanya pengelolaan sekolah yang berbasis masyarakat dan stakeholder lainnya. Pembelajaran dan penilaian yaitu model-model pembelajaran inovatif, pengembangan kecakapan hidup (life skills) melalui Broad Based Education, pengembangan bakat dan minat siswa dalam berbagai bidang misalnya olah raga, Iptek, Imtaq, serta sosial budaya. Hal lainnya, pengembangan pendidikan multibudaya, sistem penilaian hasil belajar secara menyeluruh, sistematis dan berkelanjutan, pengembangan minat bakat, dan kreatifitas siswa secara berkelanjutan.

B.Manajemen Sekolah Menengah Pertama (SMP) Unggul
Sekolah Menengah Pertama (SMP) berpenampilan unggul merupakan alternatif dalam pendidikan yang menekankan kepada kemandirian dan kreatif sekolah yang memfokuskan pada perbaikan proses pendidikan. Konsep sekolah unggul menekankan pentingnya pemimpin yang tangguh dalam mengelola sekolah. Sekolah yang berpenampilan unggul atau sekolah yang efektif menggunakan strategi peningkatan budaya kerja, strategi pengembangan kesempatan belajar, strategi memelihara kendali mutu, strategi penggunaan kekuasaan, serta penggunaan dan informasi secara efisien.

Sekolah Menengah Pertama (SMP) berpenampilan unggul memerlukan upaya pemberdayaan sekolah dalam meningkatkan kegiatannya dalam menyampaikan pelayanan yang bermutu kepada siswa dan masyarakat. Untuk itu manajemen Sekolah Menengah Pertama (SMP) unggul yang berpenampilan unggul atau kinerja unggul menempatkan sumber-sumber informasi, pengetahuan dan keterampilan, dalam upaya perbaikan sekolah. Penggunaan sumber-sumber informasi, metode proses belajar mengajar, pengambilan keputusan dalam struktur organisasi sekolah atau birokrasi sangat menentukan sekolah berpenampilan unggul. Selain itu akuntabilitas diyakini sebagai faktor utama yang mempengaruhi sekolah unggul.

Guru yang selalu berhadapan dengan siswa di sekolah menempati peranan kunci dalam mengelola kegiatan proses belajar mengajar. Pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebagai sekolah unggul yang dirintis akan menggunakan pendekatan sistem guru mata pelajaran. Keunggulan guru tidak hanya dilihat dari kemampuan intelektualnya melainkan juga keunggulan aspek moral, keimanan, ketaqwaan, disiplin, bertanggung jawab, dan keluasan wawasan kependidikannya dalam mengelola kegiatan proses belajar mengajar. Hal ini sesuai dengan pendapat Fattah (2004: 113), beberapa indikator yang menunjukkan sekolah berpenampilan unggul, yaitu : 1) Sekolah memiliki visi dan misi untuk meraih prestasi/mutu yang tinggi, 2) Semua personel sekolah memiliki komitmen yang tinggi untuk berprestasi, 3) Adanya program pengadaan staf sesuai dengan perkembangan iptek, 4) Adanya kendali mutu yang terus menerus (quality control), 5) Adanya perbaikan mutu yang berkelanjutan (continous quality inprovement), dan 6) Adanya komunikasi dan dukungan intensif dari orang tua murid dan masyarakat.

sumber: http://subliyanto.blogspot.com/2012/02/manajemen-pendidikan-unggul.html

Ingin Bahagia? Bergaullah dengan Setan

Benar bahwa dimana-mana setan ditakuti. Benar bahwa dimana-mana diwajibkan menghindar dari setan. Bahkan diperintahkan untuk mengutuknya. Dan itu sudah harga mati dari warta agama. Barang siapa yang melanggarnya akan dikutuk sekaligus diceburkan ke jurang neraka. Dan disana? Setanlah sebagai temannya.

Tapi inilah hasil penelitian yang akan mencengangkan anda.

Disaat orang bersusah payah mencari kebahagiaan, dengan cara menghindar dari setan sambil mencibirkannya, tapi peneliti ini justru bercumbu dengan setan. Aneh? Tentu saja. Tapi mungkin sebelum anda tahu.

Pada intinya segala ciptaan Tuhan ada gunanya. Segala sesuatu bisa terlihat indah, menyenangkan dan sekaligus membahagiakan. Tergantung cara melihatnya.

Betapa malangnya seseorang yang tak henti-hentinya murung bahkan meratap merindukan bintang di langit. Tapi setumpuk emas berlian terinjak di kakinya.

Betapa naifnya seorang yang begitu bersusah payah memeluk sahabatnya yang ternyata adalah musuh dalam selimut. Tapi musuh aslinya justru bisa menjadi cermin baginya untuk mengaca diri.

Hati-hati dengan cara pandang anda.

Setan ada dimana-mana. Bahkan dalam diri anda jutaan setan bisa gentayangan tanpa anda sadari. Menghindar dari setan adalah menghindar dari diri anda sendiri. Anda tak obahnya dengan seorang calon perenang yang takut dengan air. Padahal, AIR adalah NYAWA dari profesinya.

So, sudahkah anda tahu cara bergaul dengan setan?
Sudahkah anda tahu bahwa bergaul dengan setan ternyata bisa membuat anda bahagia?

Disinilah jawabannya:

Membuat Arsip blog dengan tampilan scroll

Written By . on 26/04/11 | 22.35

1.      Login -Rancangan- Tambah gadget
2.      Buat widget Arsip dengan nama Arsip Blog
3.      Pilih model Hierarki untuk model ini
4.      Save
5.      Masuk ke Edit HTML - cek kotak Expand Template Widget
6.      Cari 'Arsip Blog'. Selengkapnya begini: 

Pengikut

Total Penayangan

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Petik Ilmu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger